Tampilkan postingan dengan label bacaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bacaan. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Mei 2015

USKUP SUWATAN UNDANG PAUS KE MANADO

“IYD (Indonesian Youth DayIndonesia, IYD di hatiku, Dominus Vobiscum (Tuhan Sertamu)”, demikian isi  yel-yel rapat perdana persiapan pertemuan Orang Muda Katolik se-Indonesia ke-II di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (21/2) di wisma keuskupan Manado yang dipimpin oleh Pastor John Montolalu, ketua panitia.
Teriakan itu terasa bergema sangat kuat karena rencana spektakuler kegiatan ini termasuk di dalamnya optimisme kedatangan pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus ke Manado.

Senin, 18 Maret 2013

GEREJA INGGRIS BERBAGI TEMPAT IBADAH DENGAN UMAT MUSLIM



Sebuah gereja di Aberdeen menjadi gereja pertama di Inggris yang bersedia berbagi tempat ibadah dengan umat Muslim. Gereja Episkopal Saint John mempersilakan umat Muslim setempat untuk menunaikan salat lima waktu di salah satu gedung gereja yang terletak dekat dengan masjid.

20 FAKTA UNIK PAUS FRANSISKUS

Banyak hal yang belum diketahui soal Paus Fransiskus dari Argentina. Berikut 20 fakta unik Paus pertama dari Amerika Latin ini.

SEKILAS TENTANG PAUS FRANSISKUS


Fransiskus (bahasa Latin: Papa Franciscus atau bahasa Italia: Papa Francesco; lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio di Buenos Aires, Argentina, 17 Desember 1936; umur 76 tahun) adalah Paus ke-266. Dengan demikian, ia adalah pemimpin Gereja Katolik Roma dan sekaligus kepala negara dari Negara Kota Vatikan. 

Jumat, 07 Desember 2012

ANJING PINTAR MENYETIR MOBIL




WELLINGTON – Sekelompok pecinta hewan di New Zealand telah menghabiskan waktu delapan minggu untuk melatih tiga anjing belajar mengemudi.

Aukland SPCA ingin menunjukkan bagaimana intelligensi anjing  agar banyak orang yang akan mengadopsi mereka. Mereka pun membiasakan tiga ekor anjing untuk mengemudi. 

Setelah delapan minggu Porter, Monty dan Ginny ditempatkan pada sebuah simularor Mini Cooper dan mereka berhasil menjalankan kemudinya, memasukkan gigi, dan mengarahkan setirnya. 

Ketiga anjing ini mengemudi dengan bantuan asisten di dalam mobil, tapi tantangan berikutnya mereka harus mengemudikan mobil itu sendiri yang akan disiarkan langsung di televisi. 

"Mereka sudah bisa memasukkan gigi dan mengemudikan mobil tersebut. Namun, kami memiliki remote yang bisa setiap saat dapat menghentikan laju mobil itu,” ujar Kepala Auckland SPCA, Christine Kalin. Seperti dikutip Orange, Rabu (5/12/2012)




JANGAN MEMAKSA

Seorang kakek sedang berjalan-jalan sambil menggandeng cucunya di jalan pinggiran pedesaan. Mereka menemukan seekor kura-kura. Anak itu mengambilnya dan mengamat-amatinya. Kura-kura itu segera menarik kakinya dan kepalanya masuk di bawah tempurungnya. Si anak mencoba membukanya secara paksa. “Cara demikian tidak pernah akan berhasil, nak!” kata kakek, “Saya akan mencoba mengajarimu.”

Mereka pulang. Sang Kakek meletakkan kura-kura di dekat perapian. Beberapa menit kemudian, kura-kura itu mengeluarkan kakinya dan kepalanya sedikit demi sedikit. Ia mulai merangkak bergerak mendekati si anak. “Janganlah mencoba memaksa melakukan segala seuatu, nak!” nasihat kakek, “Berilah kehangatan dan keramahan, ia akan menanggapinya.




Sabtu, 18 Agustus 2012

PEMUDA 21 TAHUN BANGUN 16 GEREJA DI TANAH AIR


Gereja Katolik stasi St. Agatha, Pulogodang, Tapanuli Tengah sebelum dan sesudah dibangun

Albertus Gregory Tan (21), seorang alumnus Administrasi Publik Universitas Indonesia ini telah membuktikan diri menjadi motor penggerak yang membantu belasan gereja. Dalam kurun 1,5 tahun ia berhasil menggalang dana sebesar Rp 1,7 Miliar dan membangun 16 gereja yang tak layak untuk ibadah menjadi tempat yang nyaman bagi umat untuk berdoa.

Bukan hal yang mudah bagi pemuda dua puluh satu tahun ini. Caci maki dan ancaman dilaporkan ke polisi bukan menjadi halangan, Berbekal kejujuran dan kredibilitas, ia berhasil meyakinkan para donatur untuk membantu pembangunan geraja.

Karena keprihatinan sebagai anak muda pada tahun 2010 “Saat itu saya mengunjungi gereja stasi di Keuskupan Sibolga, kondisinya sangat memprihatinkan, hancur. Dinding gereja dari tambalan-tambalan papan, tak ada atapnya, lantai tanah, dan tak ada toilet." Albertuspun bersemangat  untuk menggalang dana membantu gereja-gereja lain yang memiliki nasib sama.

Prinsipnya sederhana, bila bukan dia, siapa yang mau membantu mengingat untuk menjangkau gereja-gereja tersebut saja susah. Awalnya ia memposting bangunan fisik gereja yang akan dibantu. Gereja pertama yang dibantu yaitu Gereja Santa Maria dari Gunung Karmel di Tigalingga, Dairi, Sumatera Utara, Keuskupan Medan.

Setelah mendapat informasi bahwa suatu gereja membutuhkan bantuan, ia kemudian mencari kontak di keuskupan setempat dan bertanya langsung apakah benar gereja tersebut layak dibantu. Kemudian kondisi gereja di posting melalui FB Gereja Katolik dan blog yang beralamat di
www.ppgk.blogspot.com. Melalui FB Gereja katolik dan blog tersebut, bisa dilihat gereja-gereja yang sudah dibangun beserta pelaporan keuangannya.

Halangan yang ia jumpai menurutnya tak seberapa dibandingkan bertemu dengan para umat di gereja yang dibantu. Saya bahagia mereka sudah nyaman ketika misa," ujarnya.(tribunmanado.co.id/)

Selasa, 14 Agustus 2012

ARTI PEMINDAHAN TALI TOGA SAAT WISUDA


Pemindahan tali toga wisuda. Ketika wisuda setiap mahasiswa pasti memakai toga. Tetapi anda semua pada tau gak mengapa pada saat wisuda itu tali toga disampirkan di kepala sebelah kiri, lalu kemudian oleh rektor dipindah ke bagian kanan. Pasti sebagian besar dari kalian belum tau artinya apa.

Toga merupakan simbol yang menyatakan bahwa mahasiswa telah lulus dan siap untuk terjun ke masyarakat. Tali toga yang awalnya disampirkan di kepala sebelah kiri lalu kemudian oleh rektor dipindah ke bagian kanan.


Tali toga di sebelah kiri maksudnya adalah selama menjadi mahasiswa, bagian otak yang dipakai mahasiswa kebanyakan adalah otak kiri. Dimana otak kiri itu hanya berhubungan dengan bahasa atau hafalan. Dipindahkannya tali toga dari kiri ke kanan itu dimaksudkan agar setelah lulus para sarjana tidak hanya menggunakan otak kiri, tetapi harus lebih banyak menggunakan otak kanan. Dimana otak kanan ini berhubungan dengan daya imajinasi, kreativitas, dan inovasi seseorang. Hal ini berhubungan dengan jenis pekerjaan yang harus dipilih para lulusan.


Diharapkan setelah lulus, mereka tidak hanya menggunakan otak kiri yang "hanya mengandalkan bekerja pada orang lain" namun "harus mampu berpikir kreatif, imajinatif dan inovatif" yang menggunakan otak kanan dalam menciptakan pekerjaan bagi diri mereka sendiri. Jadi,ini dimaksudkan agar para lulusan dapat berwirausaha secara baik.

Dengan demikian, marilah kita para sarjana berusaha membangun sistem wirausaha yang kuat untuk menguatkan struktur perekonomian bangsa agar lebih merata, serta mengurangi pengangguran yang merajalela di negeri kita tercinta ini.
http://anehdidunia.blogspot.com

Jumat, 08 Juni 2012

SOEGIJA


Kemanusiaan itu satu. Kendati berbeda bangsa, asal usul dan ragamnya, berlainan bahasa dan adat istiadatnya, kemajuan dan cara hidupnya, semua merupakan satu keluarga besar.
Film ini dimulai dengan goresan pena seorang Romo (Nirwan Dewanto) di atas kertas, yang sekaligus menjadi curahan hatinya. Ia sedang di tengah perang kala itu, ketika para penduduk pribumi harus berlutut dan menunduk di bawah makian serta todongan senjata Belanda.

Di masa serba tertekan itu, sang Romo mendapat kehormatan menjadi pribumi pertama yang dilantik sebagai Uskup Danaba. Ia pun lebih dikenal dengan sebutan Mgr. Alb. Soegijapranata SJ.
Penjajah datang dan pergi. Jepang masuk Indonesia tahun 1942, Belanda takluk dan harus rela dilucuti senjatanya. Mereka ingin menduduki gereja sebagai markas, namun dengan tegas Soegija menolak.
“Penggal dulu kepala saya,” ujarnya singkat.
Ia memang tidak terjun langsung untuk berperang, namun di setiap masa andilnya selalu tampak. Saat penduduk butuh tempat bernaung karena kondisi jalanan chaos, Soegija membuka lebar-lebar pintu gereja untuk menampung mereka. Ia memerintahkan penyaluran makanan lebih dulu untuk rakyat yang kelaparan, baru untuk para imam.
Saat Hiroshima – Nagasaki di-bom, Soegija berdiplomasi dengan Vatikan sehingga negara itu menjadi negara Barat pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia.

Soegija memang terkenal dengan silent diplomacy-nya. Tanpa harus menggunakan kekerasan dan senjata, iman dan semangat kemanusiaannya dapat menjadi panutan yang tak lekang waktu. Berkat kegigihannya itu, Seogija menjadi uskup pribumi pertama yang mendapat gelar pahlawan nasional dari Soekarno.

Film yang disutradara Garin Nugroho dibuat melalui riset panjang ini bukan film misionaris agama Katolik seperti yang banyak diperdebatkan. Tokohnya juga tidak melulu Soegija. Film ini menampilkan sisi humanis yang masih ada dalam sebuah perang.
Mariyem (Annisa Hertami) yang terpisah dari kakaknya Maryono (Abe) akibat perang, kembali dipertemukan dalam kondisi berbeda. Ling Ling (Andrea Reva) seorang bocah Tionghoa juga terpisah dari mamanya (Olga Lydia), kembali bertemu dalam sebuah momen di gereja. Tokoh menggelitik pun ditampilkan, seorang bocah yang hanya bisa mengeja kata ‘merdeka’ tapi punya semangat juang dan selalu menjadi garda terdepan pasukan pemuda.

Rasa kemanusiaan juga dimiliki para penjajah. Nobuzuki (Suzuki), pemimpin tentara Jepang, tak pernah tega pada anak-anak karena ingat anaknya di rumah. Robert (Wouter Zweers), tentara Belanda yang sangat bernafsu menjadi mesin perang paling hebat, perasaannya luluh saat menemukan bayi di medan perang. Hendrick (Wouter Braaf), jurnalis asal Belanda, pun selalu memotret ekspresi-ekspresi manusiawi dan nasionalisme Indonesia. Ia menemukan cintanya, namun tak mampu bersatu karena perang.

“Perjuangan sudah selesai, sekarang tinggal bagaimana menata negara dan melayani masyarakat. Kalau mau jadi politikus, harus punya mental politik. Kalau tidak, yang ada dalam pikirannya hanya kekuasaan dan akan menjadi benalu negara,” pesan Soegija di akhir film itu, seakan menjadi perenungan bagi para pemimpin sekaligus rakyat Indonesia di masa sekarang.

Rabu, 22 Februari 2012

PANTANG DAN PUASA 2012


Mengingat kita sebagai umat Katolik telah memasuki masa pra-paskah maka kita diwajibkan untuk berpuasa dan pantang. Bagi anda semua yang belum paham tentang puasa dan pantang silahkan menyimak bacaan dibawah ini..!!!



Pantang dan Puasa 2012 :
I. Puasa
1. Hari Puasa adalah Rabu Abu, 22 Februari 2012 dan Jumat Agung, 6 April 2012.

2. Puasa berarti pada hari tersebut hanya boleh makan kenyang 1 kali sehari.
3. Yang wajib puasa adalah mereka yang sudah berumur 18 s/d 60 tahun.


II. Pantang
1. Hari pantang adalah hari Rabu Abu dan tujuh hari Jumat selama masa prapaskah sampai dengan 
    Jumat Agung.
2. Pantang berarti setiap orang atau keluarga atau kelompok dianjurkan untuk memilih salah satu 
    bentuk pantangnya, misalnya: pantang daging/ikan, pantang garam, pantang merokok, pantang jajan, dll.
3. Yang wajib pantang adalah mereka yang sudah berumur 14 tahun keatas.
4. SETIAP ORANG KATOLIK SANGAT DIANJURKAN UNTUK MEMILIH 
    WUJUD PANTANGNYA YANG LEBIH TEPAT DAN BERMANFAAT UNTUK 
    MEMBANGUN SIKAP TOBAT YANG BERGUNA UNTUK PENGEMBANGAN IMANNYA.

RABU ABU

Dalam agama Kristen tradisi barat (termasuk Katolik Roma dan Protestanisme), Rabu Abu adalah hari pertama masa Pra-Paskah. Ini terjadi pada hari Rabu, 40 hari sebelum Paskah tanpa menghitung hari-hari Minggu atau 44 hari (termasuk Minggu) sebelum hari Jumat Agung.

Pada hari ini umat yang datang ke Gereja dahinya diberi tanda salib dari abu sebagai simbol upacara ini. Simbol ini mengingatkan umat akan ritual Israel kuna di mana seseorang menabur abu di atas kepalanya atau di seluruh tubuhnya sebagai tanda kesedihan, penyesalan dan pertobatan (misalnya seperti dalam Kitab Ester 4:1, 3). Dalam Mazmur 102:10 penyesalan juga digambarkan dengan "memakan abu": "Sebab aku makan abu seperti roti, dan mencampur minumanku dengan tangisan." Biasanya pemberian tanda tersebut disertai dengan ucapan, "Bertobatlah dan percayalah pada Injil."

Seringkali pada hari ini bacaan di Gereja diambil dari Alkitab, kitab II Samuel 11-12, perihal raja Daud yang berzinah dan bertobat.
Banyak orang Katolik menganggap hari Rabu Abu sebagai hari untuk mengingat kefanaan seseorang. Pada hari ini umat Katolik berusia 18–59 tahun diwajibkan berpuasa, dengan batasan makan kenyang paling banyak satu kali, dan berpantang.

Di banyak negara berkebudayaan Katolik Roma di Eropa dan Amerika, Rabu Abu didahului masa karnaval (termasuk misalnya Mardi Gras) yang berakhir pada hari Selasa, sehari sebelum Rabu Abu.(wikipedia)

Senin, 13 Februari 2012

TERUS BERKARYA

Jangan berhenti. Bukan karena berhenti akan menghambat laju kemajuan anda. Namun sesungguhnya alam mengajarkan bahwa anda tak akan pernah bisa berhenti. Meski anda berdiam diri di situ, bumi tetap mengajak anda mengelilingi matahari. Maka, bergeraklah, bekerjalah, berkaryalah. Bekerja bukan sekedar untuk meraih sesuatu. Bekerja memberi kebahagiaan diri. Itulah yang diharapkan oleh alam dari anda.

Air yang tak bergerak lebih cepat busuk. Kunci yang tak pernah dibuka lebih mudah serat. Mesin yang tak dinyalakan lebih gampang berkarat. Hanya perkakas yang tak digunakanlah yang disimpan dalam laci berdebu. Alam telah mengajarkan ini; Jangan berhenti berkarya, atau anda segera menjadi tua dan tak berguna.

CEMIN POSITIF

Mengkritik itu mudah, karena melihat kesalahan orang lain itu gampang. Namun kritik yang didasari oleh mencari-cari kesalahan orang lain tak mungkin dapat mempermudah keadaan. Anda tidak perlu menghabiskan waktu dan tenaga anda untuk menilai apakah orang lain telah berbuat salah atau benar. Karena itu sangat udah.

Yang sulit adalah melihat kesalahan diri sendiri. Waspadalah bila anda begitu pandai mengkritik. Jangan-jangan anda tak mampu lagi melihat kebenaran. Dan sebuta-butanya orang ialah mereka yang tak bisamenangkap cahaya kebenaran.

Sekalipun anda gembira bisa menemukan sebutir debu kesalahan orang lain, anda tergoda untuk mendapatkan yang sebesar kerikil. Begitu seterusnya, hingga tanpa sadar anda telah menciptakan gunung kesalahan orang.

Orang tidak pernah suka berkaca pada cermin yang memantulkan kekurangan wajahnya. Maka dari itu janganlah anda menjadi bayangan atas kesalahan orang lain. Bantulah mereka menemukan sisi positif mereka. Di saat itu pula orang lain akan memantulkan sisi baik anda sendiri.